Ternyata Inilah yang Terjadi pada Media di Indonesia, Ini Cara Menyikapinya!

BANGUN DARI HIBERNASI

Intro...
Namaku Mhis dan disinilah perjalananku dimulai kembali. Aku bangun dan tersenyum untuk menyambut pagi yang cerah kala itu, sembari berkata "Selamat pagi hariku yang baru". Namun tiba-tiba *brak*... HP ku terjatuh dari tempat tidur, untuk yang ke sekian (puluh) kalinya hal ini terjadi. Hmm, seperti yang sudah-sudah, tapi... kali ini berbeda, layarnya retak dan tak bisa dipencet lagi, untungnya home screenku berupa waifu masih waras untuk dipandang. Memang aku sudah memprediksi harus membeli HP baru, karena baterainya bocor dan harus menggunakan alat bantu berupa Power Bank yang bahkan lebih besar dari HPku sendiri *sad*. Akhirnya aku hidup tanpa alat komunikasi dan dari sinilah aku terinspirasi untuk berbagi cerita ini.

Perjalanan pun dimulai...
Sebulan tanpa HP bukanlah sesuatu yang mudah pada awalnya, apalagi jika harus dialami oleh seorang remaja kelas 12 akhir yang harus bersiap menuju jenjang universitas. Darimana aku bisa mendapat informasi lagi? Bagaimana aku menghubungi orang tua dan teman? Dan yang terpenting bagaimana caraku untuk terhubung ke internet? Meski ada laptop pun tak bisa lagi menggunakan hotspot.

Aku berasal dari Kalimantan Utara, tapi aku sekolah dan berasrama selama 3 tahun di Kalimantan Timur. Saat kelulusan aku harus langsung ke surabaya untuk bimbel persiapan ujian. Tapi aku tak menyangka akan melakukannya tanpa HP dan alat komunikasi apapun. Bayangkan saja, aku benar-benar seperti "anak hilang" yang tak bisa mengakses apapun dan menghubungi siapapun. Untuk belajar pun semua menjadi terkendala karena tidak ada koneksi internet. Mediaku benar-benar terbatasi. Sad, but true. seakan-akan setengah dimensi hidupku menghilang. Saat malam, aku benar-benar merasa kesepian di kost-an, mungkin aku harus mengajak main mba kunti yang sedang menatapku dengan iba dari sudut langit-langit. Hai kunti, haruskah aku beli kartu uno agar kita bermain menghabiskan waktu, meski kutahu dirimu tidak bisa bermain uno.

Setelah menjalani hari-hari yang berat sebagai anak hilang, akhirnya aku bisa mencari spot "free wifi". Untunglah hanya dengan bermodus memesan secangkir kopi, laptopku bisa terhubung lagi untuk me-recharge kehidupan antar dimensiku.

Selama menjalani hidup seperti larry, banyak hal yang aku sadari. Keadaan ini menyadarkanku akan sesuatu yang penting. Sesuatu yang penting itu adalah, media sosial sebenarnya tidak terlalu penting!. Tapi, aku tidak bisa serta-merta berkata demikian. Well, hidupku memang terasa sangat berat pada awalnya. Mulai dari belajar, browsing, refresing, chatting, dan communicating, semua itu sangat vital dan memang sangat berat pada awalnya. Namun, bukan berarti kita akan mati saat kehilangan itu bukan?. Itu semua tentang gaya hidup saja. Its all about lifestyle!

Pasti sulit pada awalnya karena kita kehilangan gaya hidup kita secara tiba-tiba. Namun pada akhirnya, kita akan memulai kebiasaan baru lagi dengan mengeluarkan medsos dari menu sehari-hari kita. Well, ada hal yang yang sangat penting disini bahwa selama saya hidup tanpa HP, saya masih dapat mendengar kabar tentang kapan malam nisfu sya'ban, kasus ahok, aksi bela islam, berbagai tulisan yang menurut sebagian orang menyebutnya "bijak", kabar naik turunnya saham, politik internasional, dan lainnya. Bahkan jika ditanya, saya lebih tahu kasus-kasus tersebut daripada mereka yang senantiasa tak lepas dari layar hpnya. Well, is that cheat? How do i know, even i just onlines less than 5 hours in a week?

Kuncinya adalah mindset! Saya sebagai pribadi yang kepo tentu tidak akan bisa diam saja saat negara tercinta ini diterpa berbagai kasus. Meski tanpa HP dan medsos, saya masih bisa membaca koran yang terdapat di stasiun saat menunggu kereta, gratis tentunya. Saya masih bisa mencari "warkop free wifi" untuk mendownload soal-soal untuk saya belajar yang kemudian saya print menjadi tumpukan kertas yang tebalnya mencapai 10cm. Saya masih bisa berpikir secara logis dan rasional daripada membaca komentar opini dari suatu media online yang seringkali menyesatkan dan memihak. Tanpa merasa sombong sedikitpun "Come on, if im wrong, how do i know better than my friends about many issues that happend?" Is it time to wake up, and let us think in a minute. "Worth it" kah menghabiskan waktumu demi media sosial?

Rasanya media ini sudah tercemar oleh manusia-manusia yang mindsetnya prematur. Lihat saja komentar dari artikel yang menyinggung SARA, anda bisa menyimpulkan sendiri bagaimana fanatisme begitu terasa. Kita perlu berbenah! Jangan masuk ke medsos hanya untuk mengujar status kebencian dan radikalisme terhadap golongan tertentu yang membuat kebhinekkan kita terancam. Anda tau Demian yang tampil dalam ajang American Got Talent? Lihat saja komentar-komentar dari warga indonesia disana, yang menurut saya sangat tidak dewasa!.

Sebelum saya sedih lebih dalam lagi, tolong beri saya kesempatan untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita adalah negara penganut demokrasi dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Jangan senang dulu, karena ini bisa menjadi petaka bagi kita. Bayangkan saja jika ada sebuah kelompok yang 90% isinya orang bodoh, jika kelompok itu menganut demokrasi tentu kebijakannya dimenangkan oleh kelompok mayoritasnya tak berakal tersebut. Sangat sedih membayangkan apabila misalnya undang-undang dibuat dengan metode demokrasi yang seperti itu. Bukan hanya undang-undang tapi segala jenis kehidupan sosial kita akan dikuasai dan diatur oleh peraturan yang bodoh. Marilah kita bangun dari kebodohan, marilah menggali potensi dari banyaknya jumlah rakyat indonesia ini dengan menyatukan mindset kita untuk memajukan Indonesia.

Well, kita gak hanya butuh orang cerdas. Kita juga butuh penggerak yang berkarakter pancasila. Jadi mulailah dengan diri sendiri untuk mewujudkan semangat persatuan itu. Tinggalkan lah cara konvensional dalam berdebat kusir tentang konspirasi, tidak ada gunanya!. Bijaklah dalam menggunakan media sosial. Kita tau bahwa semua agama itu baik, jadi janganlah suka menjadi "oknum" dan memperkeruh segala sesuatunya. Ingat bahwa setiap yang anda lakukan membawa indentitas anda, kelompok anda, bahkan negara ini. Jadilah masyarakat pembangun sahur, untuk membangunkan orang-orang yang masih tertidur dari kebenaran. Pukulah kentongan dengan nada yang indah sehingga orang yang anda bangunkan tidak tersinggung dan menambah masalah. Jika orang hendak berpuasa, maka ia harus bangun dan mempersiapkannya dengan sahur. Begitu pula dalam etika di dunia maya, jika seseorang hendak menggunakan media sosial, maka ia harus mempersiapkan pola pikir pancasila agar terhindar dari mudharatnya. Ketahuilah bahwa media sosial merupakan panggung laga yang berbahaya.


Sepongbob: Patrick kira-kira berapa jumlah orang pintar di indonesia?
Petrik: hmmmmmmmmm... 10.

-Khalifah Mhis


Dipersilahkan kepada Mhissiers untuk komen dan share dengan tujuan membangun, cukup sekian dan semoga bermanfaat~ 
Copyright by: www.khalifahmhis.tk

Introvert? Berani Benar, Berani Beda!

       Harroowww Mhissiers :"), entah kenapa jadi pengen nulis, hmm sedikit terinspirasi dari pengalaman pribadi sih, but who cares :p. Yaudah cek it out kuy!


       Di jaman sekarang begitu banyak kemajemukan yang bisa kita temui. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, begitu banyak orang yang memiliki kebiasaan berbeda. Banyaknya perbedaan itu sudah menjadi kebiasaan dan cara hidup masing-masing orang. Terkadang perbedaan itu bernilai positif atau bahkan negatif. Lalu, bagaimana cara kita mengatasinya?

       Menurut Myer-briggs setiap manusia memiliki kepribadian dari total 16 karakter utama. 'Ekstrovert' atau 'Introvert', 'Intuisi' atau 'Sensing', 'Thinking' atau 'Feeling', serta 'Terbuka' atau 'Terorganisir'. Dari sekian banyak posibilitas yang ada, pastilah dari sifat-sifat dasar itu manusia menjadi terbagi kedalam kelompok-kelompok sosialnya. Mayoritas atau minoritas? Tentu saja banyak yang menjawab mayoritas, karna namanya saja mayoritas, pasti jumlah mereka lebih banyak *herp*.

       Namun pernahkah kamu berpikir bahwa menjadi minoritas itu "menyenangkan"? Sebagai minoritas, saya merasa cukup bangga. Terkadang memang, menjadi bagian minoritas menjadi kendala yang sangat menyulitkan. Masyarakat seringkali men-judge saya dengan cepat, dan tentu saja saya tidak bisa menyalahkan mereka. Terkadang saya merasa sangat sulit mendapatkan teman, dan banyak hal lainnya yang terkesan sebagai bentuk 'indimidasi' sebagai golongan minoritas. Tetapi sebenarnya, menjadi minoritas tidaklah se-menyedihkan itu. Intinya, kita harus tetap percaya diri ketika kita telah yakin pilihan yang kita buat benar.


       Jadi minoritas itu menyenenangkan! Kita jadi tidak perlu memilih-milih kelompok berteman. Kita bisa bersikap setulus yang kita mau kepada orang yang telah kita percaya, karena hubungan yang kita buat begitu intim (bukan hub intim lho ya -_-) wkwk. Jikalau tidak suka, kita tidak perlu berpura-pura jadi orang yang sok baik demi mendapatkan sesuatu. Bayangkan saja, apa jadinya jika semua yang ada di dunia ini didasari atas dasar politik? Oleh karena itulah ketulusan merupakan hal yang sangat sulit sekali di jumpai sekarang. Maka ketika semua orang mencari dan berusaha mendapatkan itu, mengapa kita tidak menjadi orang itu? Kita bisa 'menjadi' daripada 'meminta'. Tentu jika setiap hubungan setulus itu, takkan ada lagi perang dan persilisihan, karena semuanya tulus dan saling mencintai satu sama lain (apalagi dicintai kamu >///< kyaaa).

     Perbedaan itu pasti ada, oleh karena itu nilailah segala sesuatu dengan objektif bahwa meskipun ketika sesuatu telah menjadi bagian dari 'mayoritas' hal itu memang membuatnya terlihat lebih 'wajar', namun ingatlah bahwa "Yang banyak belum tentu benar". Jadilah diri sendiri yang membawa semangat dan aura positif atas dasar ketulusan. Jangan takut untuk berbeda dan menjadi bagian yang 'sedikit' itu, karena meski "Yang sedikit belum tentu benar juga" namun "Yang benar pasti lebih sedikit jumlahnnya". Beranilah untuk benar! Beranilah untuk berbeda!


Cukup sekian posting kali ini, Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Mhissiers :D. Mohon maaf atas segala salah yang saya lakukan dan Terimakasih~ 

Copyright by: www.mhis25.tk

Inilah 5 Alasan Mengapa Cinta Wanita Indonesia Seringkali "Digantungin"

Haarroowww Mhissiers

       Nyahaha, kangen gak? kangen dong 😗. Secara, udah berminggu-minggu mhis vakum cleaner dari dunia tulis-menulis. Oke, langsung saja menyambut tahun baru 2017 mhis akan memberikan artikel yang gak kalah bapernya sama film-film seperti Lonceng Cinta, dan Uttaran 😱.

       Gays, sadar gak? Pola pikir wanita indonesia itu beda banget loh sama wanita pada umumnya. Bukan bukan, bukan karena mereka berbeda spesies, tapi wanita Indonesia itu punya beberapa sifat yang secara alamiah bisa berujung membuat mereka digantungin. Nah loh, bisa aja kamu termasuk salah satunya. Biar gak penasaran cek aja kuy dimari.


1. Mereka Punya Prinsip "Wanita Itu Kodratnya Menunggu"


       Wadoo, ini nih yang bikin banyak pria yang seringkali mundur. Bayangin aja, dari sekian wanita, banyak sekali yang meyakini bahwa kodrat wanita itu menunggu. Pemahaman seperti ini seringkali salah tafsir, yang namanya menunggu itu bukanlah kodrat, tapi hanya budaya, khususnya di Indonesia sendiri. Memang sih mhissiers, wanita itu sudah sewajibnya untuk menjaga diri, tapi disini kita harus melihat konteks bahwa "menunggu" adalah hal yang tak disukai oleh berbagai pihak. Bukan menunggunya yang salah, tapi prinsip menunggu ini yang salah. Mereka yang cara hidupnya kaya gini biasanya kebanyakan ilmu tentang cucoklogi, misalnya cucoklogi sperma dan sel telur:
"Wanita itu kayak sel telur, emang kodratnya menunggu" 
       Hmm, kalo udah kayak gini nih yang ribet, enaknya sih timplukin pake kolor aja 👹.


2. Gak Mau Start Duluan

       Kalo ini salah satu keturunan dari penyakit menunda-nunda. Salah satu bentuk toleransi yang salah nih, mungkin maksudnya ngalah kalik ya. "Silahkan anda duluan", mungkin gitu kalik ya mikirnya, mungkin. Taukah kamu bahwa tak semua pria itu pejuang cinta.Terkadang persepsi ini tak disukai pria, karena seringkali kaum adam menginginkan adanya inisiatif dari pasangannya.

       Kebayang gak misalnya lagi pengen makan, trus kamu selalu nunggu doi buat nawarin makan, tapi disisi lain doi juga nunggu kamu nawarin makan, kalo gitu bisa-bisa mati kelaparan *hadoooh*.


3. Menganggap Harga Diri Akan Turun Jika Terlalu "Aktif" 

       "Cewe kan punya harga diri" nyahaha. Semua juga punya atuh, tapi liat situasi dan kondisi dong, masa cuma buat nge-chat duluan aja sampe segitunya. Kalo gitu, ujung-ujungnya bisa pamrih loh. Ingatlah, tak semua tipe wanita yang jadi idaman itu bisa dipukul rata. Beberapa pria menyukai wanita yang penuh tantangan, dan beberapa pria membutuhkan wanita yang bisa membuatnya merasa aman.


4. Terlalu Pasif

       Nah, kalo ini temannya point no 3. Laki-laki itu butuh gebrakan men!, terkadang wanita itu harus bisa menjadi initiator untuk memulai sesuatu. Nah, kalo wanita yang terlalu pasif, ibarat simsimi nyahaha. Hal semacam ini biasanya menyebabkan pasangan kita berhenti berharap dan akhirnya benrhenti untuk mengejar wanita yang ia suka. Memang wanita yang patuh itu salah satu ciri wanita yang baik, namun kita tidak berbicara mengenai itu. Terlalu pasif disini menggambarkan bahwa sifat wanita tersebut hanya mengikuti apapun dari arus yang datang, tidak memiliki selera dan passion dalam hubungan. Duh, jangan deh, hubungan yang baik itu harus dibangun bersama, bukan sepihak loh ya.


5. Cinta Datang Terlambat

       Kalo ini sih ala-ala Maudy Ayunda, yup cinta terkadang datang terlambat dan kita terlambat menyadari respon serta gagal membaca kode yang diberikan oleh pasangan. Biasanya dalam hubungan seperti itu wanita akan terjebak dalam zona nyaman pertemanan, sampai akhirnya menyesal karena tidak sempat membuat komitmen untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih tinggi *waduh, udah kayak sekolah aja nih*. Jadi, cobalah merespon dengan tepat dan jangan menyia-nyiakan orang yang sudah bersusah payah berjuang demi kamu. Setidaknya, hargailah perasaan mereka.

       Nah, gimana mhissiers? Itulah 5 alasan mengapa wanita Indonesia banyak yang merasa digantungin, apa kamu salah satunya? Pastinya setelah membaca artikel ini enggak dong ya! Iyakan? Iyadong!. Tapi saran Mhis sendiri sih, gagapa kalo kamu digantungin, asal kamu tetap berpegang teguh aja sama keyakinan kamu. Jangan terlena dengan yang namanya cinta-cintaan, apalagi kamu masih bau kencur nyahaha *ups*.

Cukup sekian posting kali ini, Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Mhissiers :D. Mohon maaf atas segala salah yang saya lakukan dan Terimakasih~ 

Copyright by: www.mhis25.tk

Flat Earth: Conspiracy Against Global Elites

Flat Earth vs Globe Earth (?)

       People who believe in the shape of a flat earth called "Flatearther" . Flat Earth, which means that the Flat Earth actually been around for a long time, there is an organization called the Universal Zetetic Society, then in 1956. This theory forwarded by an organization called the Flat Earth Society, which was established by Samuel Shenton. Then headed by Charles K. Johnson makes his own house as a base organization, in Lancaster, California.

       According to the Flat Earth Society (Flatearther), a group of Free Masons are deliberately instill the idea that the Earth is round by means of science to control the world. hmm, this discussion is very controversial and a lot of mystery and weirdness in it.

       So the Flat Earth theory is created an organization called the Flat Earth Society stating that the shape of the earth is not round but flat, like a disc.


Free Globe based vs Celestial Dome

       As we know that the Earth is a round like-globe planet, where the ball has no end and orbiting the sun (heliocentric). Constructing the Earth has an atmosphere of air and life-supporting factor can be created on earth. It is a theory that has been believed for thousands of years and studied, but there is a group that opposes the fact that the earth is round.

       Flatearther believe that the earth has a dome and earth walls are invisible and can not be penetrated by anything, even a nuclear bomb and rocket though, Walls this earth is a wall Antarctic at the South Pole, which is not passable by humans, many are trying to get through this wall but the results are they just so surround this wall because unconsciously they are fabricated by electromagnetic wall.


Gravity vs Electromagnetic

       The basic theory of the Earth is round is triggered by the gravitational force padatahun 1679. As Isaac Newton gravity that makes apples have fallen style. The theory of the earth around the sun is based that the sun has a gravitational force that is much larger, making Neptune the surrounding orbit of the sun.

       BUT, this theory marginalized in the 1800s by the electromagnetic theory belonged to Nicolas Tesla. According Flatearther, the earth is the center of the solar system, because the celestial bodies revolve around the earth due to the magnetic field. They assumed that the moon, and other big sky objects which has a large magnetic field does not hit Earth because other celestial bodies influenced Earth's magnetic field so that they revolve around the earth in its path, instead of clashing.


Contradiction of Flat Horizon

       When we looked at the nature around then we will see if the limit of view (horizon) will be curved to follow the radius of the Earth is round. Curvature of the earth can be calculated using the formula of Pythagoras, assuming that the diameter of the earth is round 6371 KM, curvature of the earth is 8inch / mile.

       But on the other hand that Flatearther stated that all images of the Earth is round is a lie and a CGI or computer animation. It was evident after conducting experiments to fly at altitudes not visible 2,7-33KM curvature of the earth and even straight.


Flying Satellite vs Tower Signal

       One strong evidence that the earth is round Because there is a communications satellite. Google mapping system to visualize our location based on the observation satellite. Examples such as the internet, the instrument derived from signal transfer over satellite communications.

       However, after the search, the GPS on our smartphones and use google maps based on satellite but it turns out not to work by your nearest cell tower, and worldwide there are 8 Great Tower which form the network. Flatearther believes that the Internet is formed because of fiber optic cable that connected to a cellular tower around the world.


You MUST know!


       For me the interesting thing on earth Flat arguments are not arguments about 'their' concept of the Flat Earth, but the conspiracy which served implicitly. Not important debate whether the earth is round, flat, or cylindrical, because the important thing is to be open to the truth despite being in the minority though. Conspiracy that makes us realize that there is something more important for us to realize.

       The flat earth tells conspiracy and explained us that there is something wrong in the form of lies is now believed by almost all people in the world. This topic teaches us to "examine" in advance of any information that we receive, before we believe and we share it. Being open and objective reference to the truth is what should we apply into our lives without debate. 


Cukup sekian posting kali ini, Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Mhissiers :D. Mohon maaf atas segala salah yang saya lakukan dan Terimakasih~ 

Copyright by: www.mhis25.tk

Bzzt, Saltingku Gak Keren Banget T_T

       
       Salah tingkah atau yang biasa kita sebut salting adalah momen ketika pikiran kita tengah memasuki fase goblok mania yang biasanya dipicu oleh hal yang dapat menurunkan IQ kita. Apa aja yang bisa menurunkan IQ kita? Ya kalo nggak gara-gara kebanyakan micin ya gara-gara CINTA!. Curious whats love can do? Hmmm sebenernya gue bisa jelasin secara teori, tapi kayanya anak muda kaya kalian gasuka kebanyakan teori kan ya, pengennya sih Action, halah -_- ya kan? Ah yakin? Sukanya action tapi kok gapernah nyatakan duluan? Ok skip remaja labil mending gausah baca post ini.

       Buat orang yang udah sering coba-coba sama yang namanya “cinta” biasanya sih udah paham bener masalah salting-saltingan kayak gini, dan mereka pasti udah tau harus ngapain kalo lagi salting karena udah pro banget. (Bagaimana dengan Mhis sendiri?) "Hmm,... Gue?" "Gak!!!" Hal yang kaya gitu terlalu geli buat Mhis. *skip* Otak gue ga di rancang untuk sesuatu yang geli seperti itu *halah*

       (Lah terus point dari post kali ini apa dong?) Lah lu maunya apa sih?, suka suka gue lah blog blog gue, tulisan tulisan gue, lu jadi visitor belagu banget -_-. Eiitts gue becanda kok, sebenernya point dari post ini buat curhat :3. (Cerita dong kak, pengen curhat apa?) Jadi... (jadi apa kak) Jadi sebenernya gue lagi agak stress (Setau saya kk memang stress kok) Lu nyolot aja sih, mending gue curhat ama simsimi aja :") (jangan kak, simsimi itu cuma database berbentuk ayam) Lah kalo kamu apa? (kalo saya,... saya itu adalah kakak, dan kakak adalah saya) Jadi kita sama? (Lu begok juga ya kak) Elu yang begok-_- (yaudah saya yang begok, kak mhis enggak) Eits, tunggu,... ya sama aja kalik -___-
*YA ALLAH, INI SUDAH TERLALU GARING T^T*

       Singkat cerita, mungkin otak gue sekarang lagi krisis, bukan bukan, bukan karna micin tapi mungkin udah terkontaminasi sama c1Nt4. Kasian banget dia (otak gue), semoga cepet melawati masa kritis yak :") GWS. Sangking kritisnya IQ nya mungkin udah turun 25%... Tenang kita bisa melewati ini semua kok :*

*Cerita dikit*
       Pada suatu senin yang menyeramkan, gue waktu itu lagi kurve. FYI: kurve itu beres-beres alat makan, jadi gue lagi dapat tugas buat naroh sendok, gelas, piring, dan pikiran yang kotor pada tempatnya. Kebetulan waktu itu *mungkin sampe sekarang T_T* otak gue lagi fase goblok mania karna kepikiran seseorang *uhuk*, ironisnya orang yang gue pikirin waktu itu tiba-tiba aja muncul kaya hantu di depan mata gue *dan  sekarang dia lagi baca tulisan ini, GUE YAKIN! dia bakal baca ini :v* Terimakasih sebelumnya, karena sudah membuat aku ga fokus :v. Lanjut ke cerita, gue pun secepatnya ngelaksanaiin tugas gue, gue kumpulin piring2 kotor, sendok garpu, gelas-gelas, dan kenangan-kenangan :( pada tempatnya :v. Waktu itu gue lagi ngumpulin sendok (jumlahnya mungkin ada 3 lusin sendok) yang gue taroh diatas piring, piring yang ada sendoknya itu gue pegang pake tangan kanan. Dan di tangan kiri gue juga megang piring, tapi isinya makanan sisa yang gue kumpulin buat di buang bersama kenangan masa lalu di tempat sampah.

       Itu tugas terakhir gue yang sangat sederhana, pertama buang sisa makanan yang ada di tangan kiri, dan meletakkan sendok yang ada di piring sebelah kanan ke rak sendok. Dengan agak terburu-buru karna gue mau solat isya, gue jalan ke tong sampah, tapi... Si penggangu itu muncul :3 seketika gue ngeliat dia, seketika itu juga otak gue memasuki fase goblok mania gue. Gue blank, ntah dia juga ngeliat gue ato nggak, masa bodo yang penting gue mau keluar dari situasi ini secepatnya. Pikiran gue kacau, sangking kacaunya gue gabisa bedaiin yang mana tangan kanan dan yang mana tangan kiri. Dan pas gue mau buang itu sisa makanan... *Cringcringkring* *SFX: Sendok jatoh,. Bukannya malah ngebuang sisa makanan yang ada di piring tangan kiri, tapi gue malah buang semua sendok yang ada di piring tangan kanan ke tong sampah T___T. Pokoknya ini semua salah elu T_T titik.

       Hmm,... Sangking gaada temen buat curhat, gue sampe rela menuliskan isi artikel menjijikkan ini demi demi ngeluarin unek2 gue T_T, Semua ini gara2 elu T_T. Dan sekarang gue harus rajin- rajin olahraga biar gue kuat untuk lari dari kenyataan memalukan lainnya :v. Lu semua harus bersyukur kalo salting lu itu keren dan syukur-syukur kalo bisa bikin cewe melting, yang jelas lu bakal kerepotan kalo elu tiba-tiba kehilangan kewibawaan dan kebijaksanaan lo di depan orang yang lu suka. Kalo gue sih, selama ge kuat lari, gue bakal lari, itung-itung olahraga otak kan, daripada otak gue membeku terjebak dalam fase goblok mania -_- :v. Suatu saat otak gue akan cukup kuat untuk menghadapi kesalahan pada sistem syaraf otak dan hati atau yang biasa kita sebut cinta itu *heeolll* 

       Tapi ironisnya kamu itu kayak treadmill, sejauh apapun aku berlari tetap aja aku ga bisa pindah *alah gembel :v*. Kamu itu harta satu-satunya yang aku punya *kalo ini emang beneran gembel -__-*. Tak terasa sudah seharian sejak tulisan ini diketik, Lu kira nulis gampang apa -_-, sebenernya kerumitan ini gaakan ada habisnya, (ya gimana mau habis kalo elu cuma lari larian kek orang bego -_-) brisik lu ah, lu masih kecil gaakan ngerti masalah gue. Jadi, mungkin itu aja, intinya post ini gajelas dan bisa kalian sebut sampah, tapi daripada gue gila sendiri dan memutuskan untuk jadi homo, mending gue curhat aja sama diri gue sendiri (iya kak mhis, curhat aja sama aku :* kiss...) Wkwkwk inginku melanjutkan, tapi gue juga (masih) punya kehidupan, dan kepribadianku yang lain menuntutku untuk mengakhiri ini semua dan kembali fokus ke pelajaran :3. Okee salam hangat dari gue untuk yang baca tulisan ini *TERUTAMA KAMU awkwkwk, iya kamu troublemaker :3, I hate you* titik. 


Cukup sekian posting kali ini, Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Mhissiers :D. Mohon maaf atas segala salah yang saya lakukan dan Terimakasih~ 

Copyright by: www.mhis25.tk

My Story: State Of War

State of War


       Kuucapkan selamat malam bersama sejuta amanat dalam kenangan. Dikala langit menutupi bintang-bintangnya dengan awan kesedihan. Lamunan pun buyar karena terasuk suatu perasan yang menakutkan. Getar hati kian beresonansi dengan raga yang semakin lepas kendali. Dengan segala kerumitan yang kucoba pecahkan, namun gagal karena aku sendiri tak tahu apa yang sebenarnya kucoba lakukan.


*If...

       Ajarkan aku mengenal dimensi itu, dimensi antara ada dan tiada. Ajarkan aku mengapa sesuatu yang bahkan tidak dapat kita lihat dapat menjadi sangat berarti. Ajarkan aku mengapa sesuatu yang bahkan semu itu seolah menjadi nyata dan semakin menghantuiku. Ajarkan aku mengapa hal yang disebut anugerah itu dapat membuatku takut untuk menggapainya.

       Jika aku bisa memilih, aku ingin menghapus dan lari terhadap semua jenis perasaan seperti ini. Tapi hatiku terlalu jujur untuk tetap berdiri dan menghadapinya. Disisi lain, pikiranku terlalu cemas dan pesimis untuk memikirkan semua kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Aku tak tahu yang mana yang harus kubela, haruskah kubiarkan hatiku menang tanpa tindakan rasional ataukah kubiarkan pikiranku menang dan menjalaninya tanpa arti dari sebuah perasaan.

       Hati dan pikiranku, masing-masing mendeklarasikan status perangnya. Membuatku dalam keadaan chaos namun aku akan tetap kukuh untuk tidak berharap kepada manusia. Hatiku melunak namun pikiranku membatu, mereka masih tak sejalan. Aku ragu tuk melangkah kedepan dan aku tak tahu harus berbelok ke arah mana, yang kutahu satu-satunya arah yang tidak mungkin kupilih adalah mundur kebelakang. Meski aku sadar bahwa aku harus menghindari jalan aneh itu, tetapi cepat atau lambat tanpa kusadari bahwa aku telah berada didalamya.

       Berada didalam posisi dimana kau akan menjadi serba salah. Bisa jadi aku mati jika maju, namun aku bingung untuk berbelok, serta tak mungkin aku memilih mundur. Aku merasa telah mati jalan, dan kediaman ini perlahan membunuhku. Kini satu-satunya yang akan kulakukan adalah mendesign kembali dimensi yang sempat hancur, mencari sumber penerangan, dan memperkuat pijakannku agar langkah yang kuambil selanjutnya benar dan tidak tergelincir ke dalam dimensi yang pernah rusak.


*As the time passed by...
       
       Mungkin aku hanya terlalu penakut untuk percaya sesuatu yang tak bisa kupercaya. Aku terlalu takut untuk mengakuinya meski hal itupun nampak jelas didepan mata. Aku tidak akan memaafkanmu karena telah membuatku merasa aneh, ataukah aku yang tidak memaafkan diriku karena membiarkan perasaan aneh ini ada. Tetapi melihat kenyataan bahwa sebenarnya kau bahkan tidak melakukan apa-apa, diriku semakin yakin bahwa akulah yang telah membuat pergerakanku mati dengan sendirnya.


       Perang ini seperti presto. Yang membuatku tak bisa keluar dari keadaan. Keadaan yang membuatku tak bisa menghindari tekanan didalamnya. Tekanan yang selalu ku pungkiri, namun kenyataanya aku telah terkunci didalamnya. Yang menempatkanku kedalam situasi yang membuatku tak lagi sama. Situasi dengan pilihan yang sangat kompleks hingga memaksaku untuk berpikir keras dan bertindak serius. Meskipun pada akhirnya seluruh kesimpulan akan berakhir dengan ungkapan yang terbungkus dengan rapi oleh rasa takut. Rasa takut untuk mengakui kebenaran dari "State of War" yang sedang berlangsung. "State of War" yang membuatku tak menyadari bahwa waktu yang telah berjalan ini ternyata telah membuatku luluh dalam perang ini.


Cukup sekian posting kali ini, Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari Mhissiers :D. Mohon maaf atas segala salah yang saya lakukan dan Terimakasih~ 

Copyright by: www.mhis25.tk

Pemenang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) Tingkat Nasional 2016

       Haalloowww Mhissiers, kali ini Mhis akan share tentang pemenang dalam tiap babak Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) Tingkat Nasional di Palu pada 10 - 16 Agustus 2016 :)

       Bahasa Indonesia berperan sangat penting sebagai wahana untuk mengekspresikan perasaan, informasi, dan pemikiran. Sebagai media ekspresi, penggunaan bahasa menuntut penggunanya mampu menggunakan bahasa yang dapat menggugah perasaan, menyampaikan pesan yang logis, objektif dan sistematis, sehingga mudah dipahami oleh mitra tutur.

       Itulah latar belakang dari lahirnya LDBI - Lomba Debat Bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). LDBI memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ajang penajaman kemampuan siswa dalam mengekspresikan perasaan, informasi, dan pemikiran dengan menggunakan bahasa Indonesia secara benar dan baik.

       Pada tahun 2016 ini, merupakan kali ke lima dilaksanakannya LDBI tingkat Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 10 - 16 Agustus 2016 di Palu, Sulawesi Tengah. Minat peserta yang datang dari 33 provinsi di kegiatan LDBI ini memperlihatkan bahwa kesadaran para siswa, guru dan pendamping akan pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar mulai terlihat, sebab  mereka  bukan hanya dituntut untuk pintar berbahasa saja namun juga harus menguasai bagaimana menggunakan bahasa  sesuai dengan Tata Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar serta Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

       Terdapat sistem penyisihan untuk mencari 16 tim dengan ranking teratas, lalu masuk ke babak eliminasi: oktofinal untuk mencari 8 tim terbaik, dilanjutkan dengan perempat final, semi final, serta grand final yang sangat ketat untuk menyaring tim dari seluruh penjuru Indonesia ini.

1. Babak Preliminary: Peringkat 16 Besar
      
       Pada babak ini masing-masing tim akan bertanding sebanyak 5 kali untuk kemudian di ranking ke dalam 16 besar untuk dapat melanjutkan ke babak eliminasi selanjutnya. Berikut adalah peringkat seluruh tim dalam babak preliminary (penyisihan).


note: Tim Swing tidak dihitung, karena hanya merupakan penggenap karena Prov Kalimantan Utara tidak mengirimkan delegasi


2. Babak Eliminasi: Perdelapan, Perempat, Semi, dan Grand Final

       Setelah didapat 16 tim yang menduduki rangking teratas, tim tersebut kemudian akan memasuki babak eliminasi dengan sistem gugur. Sistem gugur ini memiliki skema battle yang telah diatur berdasarkan peringkat di 16 besar tadi. Sistem yang diterapkan kali ini merupakan sistem yang mempertemukan sebuah rank tim Versus tim yang rank-nya kebalikan dari tim tersebut, contoh: peringkat 1 teratas Vs peringkat 1 terbawah, 2 teratas Vs 2 terbawah, dst. Sehingga dengan adanya sistem ini akan menghindari adanya 2 tim terkuat yang tereleminasi di fase penyisihan grup.  

Berikut adalah bagan sistem gugur pada LDBI 2016



Pemenang LDBI 2016

       Setelah perjalanan panjang yang menguras tenaga dan pikiran selama 4 hari, akhirnya keluarlah pemenang LDBI 2016 kali ini, mereka adalah:

1. Kalimantan Timur - Tim Mhis (Gold Medal)
2. DI Yogyakarta (Silver Medal)
3. Jawa Timur dan Lampung (Bronze Medal)

        Pada Grand Final Tim Mhis dari Kaltim berhasil mengalahkan tim dari D.I. Yogyakarta. Selamat kepada para pemenang, namun bagi yang belum beruntung jangan berkecil hati ya.



FYI: Gue yang No. 2 dari kiri *yaelah ga penting :v -_-,. Hmm.. Tambahan dari Mhis sendiri sih, Sebenernya buat apa kita berdebat buat nyari jalan keluar coba? Tapi kembali ke niat masing-masing saja sih, namanya kompetisi kan ya :v. Yah, tetap jaga sportifitas saja dan yang terpenting makasih atas pertemanan yang kita jalin selama seminggu ini yah kawan-kawan, I MHISS YOU ALL :)

Sekian aja hasil LDBI yang Mhis ikuti kali ini, Keep on the straight line Mhissiers :*!!!!